Supri dan Kolor Ajaib Part 13 oleh @regycleva

Supri merebahkan diri diatas lantai. Sejak kecil dia memang tidak terbiasa tidur di ranjang. “Aku gak suka terlalu nyaman, bangunnya susah. Kenyamanan itu berbahaya,” katanya suatu ketika kepada Mamang, padahal Mamang gak nanya. Barang-barangnya sudah tertata rapi di dalam ransel. Dia hanya membawa 1 ransel berisi beberapa pasang baju, kolor ajaibnya, alat mandi, dan TTS untuk mengisi waktu senggang. Besok pagi dia akan terbang menuju tanah tertua di Indonesia, tanah Kalimantan. Supri pun terlelap…

“Hae.”

Sepertinya ada yang meng-hae aku, batin Supri.

“Hae.”

Iya, ini hae dari seseorang, suaranya agak familiar..

“HAE!!!”

Supri terkejut dan segera membuka mata. Di depannya berdiri sesosok tubuh tinggi besar dengan perut lebar dan pipi chubby. Sepertinya dia tahu itu siapa.

“Mas Anang?”

“BUKAN GOBLOK! INI AKU GAJAH MADA!!!”

“Aaaa kakak patiiih aku rinduuu uwuwuwu.” Supri memeluk tubuh raksasa Gajah Mada, mencubit-cubit pipinya, tujes-tujes perutnya. Gajah Mada membalasnya dengan senyum kebapakan yang feminin.

“Kamu sudah siap dengan perjalananmu?” tanya Sang Patih membuka pembicaraan.

“Siap! Aku rasa ini akan menjadi perjalanan yang seru dan jantan!”

“Bagus. Tapi, ada yang harus kamu ketahui sebelum kamu memulai perjalanan.”

“Apa itu wahai Patih?”

“Aku baru saja rapat  dengan Dewan Benda Bertuah, salah satu agendanya membahas tentang Kolor Ajaib.”

“Oya? Lalu?”

“Kami memutuskan untuk membagi kesaktian Kolor Ajaib sekaligus menggandakan jumlahnya menjadi 7 Kolor.”

“Wow! Kenapa 7?”

“Karena Kolormu itu punya 7 kesaktian. Kamu pasti tidak menyadarinya. Dewan merasa perlu untuk membagi kesaktian itu kepada 7 orang demi asas pemerataan.”

“Tujuh?”

“Tujuh.”

“Aku baru sadar.”

“Coba kamu ingat-ingat, apa saja kesaktian Kolormu yang pernah kamu lihat.”

“Hmmm…”

Supri mengingat-ingat keajaiban-keajaiban yang terjadi setiap dia menggunakan Kolornya.

1. Mengeluarkan bau yang membuat orang pingsan

2. Menimbulkan angin topan

3. Membersihkan segala sesuatu seperti kerak pada keramik, kotoran pada pipa air dan noda pakaian

4. Menyembuhkan segala jenis luka

5. Menjadi kapal raksasa

6. Memberi kekuatan super

7. …………

“Aku hanya bisa mengingat 6 kesaktian, Patih.”

“Itu karena memang baru 6 yang kamu lihat langsung. Yang ketujuh adalah kesaktian pamungkas dari Kolor Ajaib.”

“Apa itu?”

“Belum pernah ada yang melihat kesaktian Kolor yang ketujuh. Bahkan Dewan Benda Bertuah tidak mengetahuinya sama sekali. Itu adalah rahasia yang tersimpan sangat dalam. Konon, hanya ada satu orang yang tahu, karena hanya dia yang pernah menggunakannya.”

“Siapa dia??”

“Ken Arok.”

“WOW! Dan tidak ada yang tahu apa kesaktiannya?”

“Tidak. Cerita yang beredar, Ken Arok telah mengeluarkan 6 kesaktian Kolor pada pertarungannya melawan Tunggul Ametung, tapi kemenangan tidak juga berhasil dia raih. Hingga akhirnya dia mengeluarkan kesaktian pamungkas Kolor Ajaib, maka tumbanglah Ametung beserta kerajaannya. Tidak ada yang melihat apa yang dilakukan Arok karena mereka bertarung empat mata, yang lain gak boleh liat.”

“Begitu…”

“Jadi selanjutnya Kolor Ajaibmu akan aku jadikan 7 buah Kolor dengan kesaktian masing-masing. Kamu boleh memilih kesaktian untuk Kolormu, sedangkan 6 kolor lainnya akan aku sebarkan secara acak di muka Bumi. Biar mereka memilih tuannya masing-masing.”

Supri berpikir keras.

“Kamu punya waktu 5 menit untuk berpikir.”

“Tidak perlu 5 menit,” kata Supri. “Aku sudah punya pilihan.”

“Apa itu?”

“Aku ingin Kolor yang bisa P3K, yang bisa menyembuhkan luka dan penyakit.”

“Kenapa?”

“Ya kali aja aku bisa jadi dokter, kan kuliahnya mahal. Kalo ini kan modal kolor doang.”

“Bijaksana. Baiklah. Done.”

“Udah? Gitu aja?”

“Iya, udah. Ketika kamu terbangun, kolor kamu akan berubah warna menjadi merah. Semua kolor akan memiliki warna uniknya masing-masing. Untuk mengaktifkan khasiatnya, semua kolor juga menggunakan prosedur yang sama: Dipakai di kepala.”

“Keren.”

“Oke, tugasku sudah selesai. Selamat bertualang, semoga kamu menemukan apa yang kamu cari. Titi DJ, Dedi Dores.”

“Apa itu?”

“Hati-hati di jalan. Dengan diiringi doa restu.”

“Terima kasih.”

“Sama-sama.”

Supri pun terbangun dari tidurnya. Dia bergegas mandi, berganti pakaian, lalu ke bandara diantarkan Mamang. Di dalam tasnya, Kolor Ajaib yang semula berwarna putih dekil kehitaman berganti warna menjadi merah menyala dengan tulisan RYDER berwarna hitam.

Sementara itu, 6 kolor lainnya pecahan kolor Supri tersebar ke berbagai arah, mencari tuannya masing-masing.

Bersambung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s